Jenis unggas penghasil daging
Started By: Gsalahudin alayubi Started On: Sep 4, 2017
32
Termasuk di dalam macam-macam unggas adalah ayam, burung, dan itik. Jenis-jenis unggas yang potensial digunakan sebagai sumber daging yakni ayam dan itik. Ayam yang khusus dipelihara sebagai sumber daging yaitu ayam dan itik. Ayam yang khusus dibudidayakan sebagai sumber daging adalah ayam broiler .
Meskipun demikian, sebenarnya terdapat 6 jenis ayam penghasil daging, yaitu ayam, itik, dan burung. Ayam kampung diberi nama juga ayam buras (bukan ras) atau ayam lokal.
Berat badan ayam kampung untuk betina dewasa sekitar 3 kg dan pejantan 6 kg. Ayam kampung dinamakan ayam lokal karena sering diberi nama sesuai wilayah asalnya. Contohnya ayam pelung, ayam nunukan,ayam Sumatra.
Ayam Sumatra dan ayam kedu dikenal sebagai pedaging yang bagus. Selain itu, unggas pedaging adalah burung unta, kalkun, burung dara, .
1. Ayam Buras
Ayam Buras yang dipelihara secara tradisional akan mengalami 6 kali penetasan dalam 1 tahun dengan jumlah anak setiap penetasan umumnya 8 ekor, dan beberapa jenis ayam buras, mulai dari jenis ringan sampai tipe berat dengan berat 5 kg.
Ayam pelung, ayam yang banyak dipelihara di daerah Cianjur, berpotensi besar sebagai ayam pedaging yang dapat menggantikan broiler.
Pada usia 8 minggu, ayam jantannya mencapai bobot tubuhnya 120 gram dan betina 80 gram, sedangkan ayam buras yang lain baru mencapai 60 gram. Macam-macam ayam buras lain yang berpotensi yaitu ayam kedu.
Ayam ini dapat dijadikan sebagai ayam pedaging atau petelur, sebab bobot dan produksi telurnya cukup tinggi. Di pedesaan, tiap rumah tangga biasanya memiliki rata-rata 8 ekor ayam buras.
2. Ayam Kedu
Ayam kedu jenis pedaging mempunyai ciri-ciri fisik sebagai berikut:
Bentuk kepala panjang dan rata, bulunya tebal,bentuk punggung rata atau miring sedikit ke arah ekor. Dada lebar dan ke-2 sayap tertutup kuat, perutnya lebar, besar dan dalam.
Kaki pendek, kulit halus dengan telapak kaki berdaging tebal. Jengger biasanya sebuah, bergerigi 2 pada betina dan 4 pada jantannya.

yakni ayam broiler .
Ayam pedaging meskipun demikian, sebetulnya terdapat 6 tipe ayam penghasil daging, yaitu ayam kampung, ayam ras, dan ayam kampung disebut termasuk ayam lokal atau ayam buras (bukan ras). Berat badan ayam kampung untuk betina dewasa kurang lebih 3 kg dan jantan 6 kg. Ayam kampung disebut ayam lokal sebab sering diberi nama cocok daerah asalnya, bila ayam Sumatra, ayam kedu, ayam nunukan dan ayam pelung. Ayam Sumatra dan ayam kedu dikenal sebagai penghasil daging yang baik. Selain itu, unggas penghasil daging adalah burung unta, kalkun, burung dara, angsa.
1. Ayam Buras
Ayam Buras yang dipelihara secara tradisional bakal mengalami 6 kali penetasan didalam setahun dengan jumlah anak tiap tiap penetasan rata-rata 8 ekor, dan sebagian model ayam buras, jadi dari style ringan hingga model berat bersama berat badan 5 kg. Ayam pelung, ayam yang banyak dikembangkan didaerah Cianjur, berpotensi besar sebagai ayam pedaging pengganti broiler.

Pada usia 8 minggu, ayam jantannya raih bobot badannya 120 gram dan betina 80 gram, sedang ayam buras yang lain baru mencapai 60 gram. 4 type ayam buras lain yang berpotensi adalah ayam kedu. Ayam ini sanggup digunakan sebagai ayam pedaging atau petelur, dikarenakan bobot dan memproses telurnya tinggi. Di pedesaan, tiap rumah tangga umumnya punyai umumnya 8 ekor ayam buras.
2. Ayam Kedu
Ayam kedu jenis pedaging mempunyai ciri-ciri fisik sebagai berikut:
Bentuk kepala panjang dan rata, panjang leher sedang, bulunya tebal dan banyak, wujud punggung rata atau miring sedikit kearah ekor. Dada lebar dan ke-2 sayap tertutup kuat, perutnya lebar, besar dan dalam. Kaki pendek, kulit halus bersama telapak kaki berdaging tebal. Jengger kebanyakan sebuah, bergerigi 2 pada betina dan 4 terhadap jantannya.

Ayam Ras
"Ayam ras adalah macam ayam yang udah mengalami upaya pemulihan. Jadi,
jual ayam hias murah ras merupakan ayam pedaging yang unggul bersama bentuk, ukuran serta warna yang seragam Di beberapa negara,berkenan seperti Amerika, pada umumnya ayam pedaging dipanen pada umur 8 minggu dengan berat 5 kg per ekornya. Namun di Indonesia sendiri, ayam pedaging dipanen pada umur yang lebih muda yakni kira-kira 2 minggu, dengan bobot 3 kg hal ini terjadi gara-gara customer di Indonesia lebih menyukai model ayam yang tidak terlalu besar. Mereka serta tulang yang tidak begitu keras.

Ayam Cull
Ayam cull sebetulnya bukan ayam pedaging, namun digunakan sebagai sumber daging, dikarenakan alasan tertentu. Biasanya diapkir oleh penggunaan utamanya Sebagian besar merupakan ayam petelur yang diapkir.

Ayam diapkir sebab ayam tersebut cacat, atau tidak bermanfaat normal, misalnya produktitasnya menurun. mutu daging ayam cull kebanyakan lebih rendah dibanding ayam ras gara-gara telah tua dan ukurannya tak seragam serta jumlahnya sedikit. ciri ayam petelur model berat adalah kepala yang bersih, bulu-bulu yang kering dan rapi Penutupan kulit terhadap bial dan liang telinga, rapi sampai ke pangkal paruh dan tidak kendor dan tak berkerut. Ayam petelur tinggi juga nampak penutupan bulunya lebih rapat dengan lebih rapi jika dibandingkan dengan ayam petelur unggul produksinya butir 9 tahun.
Setelah merosot produksi telurnya, ayam tersebut bulunya mulai rusak dan tidak mulus lagi. Ayam petelur muda mulai berproduksi pada usia 2 bulan dan terus berproduksi sampai umur 8bulan. Setelah satu th. berproduksi, produk telur menurun.

Telah berabad-abad lamanya daging puyuh dimakan untuk pangan orang-orang khususnya di "Asia dan Eropa Burung puyuh bermula berasal dari Taiwan dan banyak diantaranya telah disilangkan dengan burung puyuh local. Disamping dagingnya yang lezat, ternyata bagian terbesar dari efek puyuh yang dikonsumsi kaum manusia merupakan telurnya. Telur puyuh membawa beban 3 gram dan memiliki warnanya yang umumnya coklat tua, putih, biru, dan kuning, bercak coklat, hitam, dan biru juga dicampur madu dan merica, telur burung bisa menambah vitalitas kaum lelaki Telur puyuh terhitung mampu memuluskan kulit perempuan bersama cara direbus bersama bumbu bawang putih dan garam.

Burung puyuh mulai menetas pada usia 12 bulan, dan hampir tiap tiap hari bertelur. Dalam setahun umumnya dihasilkan butir telur. Sebaiknya bila beternak puyuh dijaga sehingga perbandingan antara jantan dan betina dan Telur puyuh menetas di dalam saat 3 hari pengeraman.

Teknik yang enteng untuk menentukan style kelamin puyuh adalah bersama dengan memandang motif bulu, yang baru bisa dijalankan sesudah berusia 6 minggu. Pada puyuh jantan, bulu dada umumnya bercorak coklat dan tidak terkandung garis atau bercak-bercak hitam. Sedang yang betina bulu dadanya berwarna merah coklat tetapi terkandung garis bercak-bercak hitam, kalau umurnya telah raih 12 bulan jenis kelamin dapat di bedakan dari suaranya, yang jantan berkokok. Sifat yang lain yaitu betina miliki beban yang besar di bandingkan di jantan.

Betina bebannya 3 gram sedang yang jantan 4' gram. 7 langkah selanjutnya meski pun gampang, miliki kelemahan karena wajib menunggu sedikitnya 6 minggu, yang secara ekonomi merugikan. Dipeternakan besar style kelamin ditentukan bersama langkah memeriksa kloaka yang mampu dilakukan sehari setelah muncul berasal dari alat penetas. Berat saat itu dari 8 gram bersama kloaka lebih kurang 6mm. Dengan membuka dubu dan diraba-raba bersama dengan ari, kalau menjadi tersedia tonjolannya adalah jantan, atau lipatan pada dinding kloaka maka jenis kelaminnya adalah jantan Tentu pas untuk itu mesti banyak pengalaman.

Tahapan Markas
Karkas unggas lebih-lebih ayam yaitu wujud komoduti yang paling banyak dan umum diperdagangkan. Karkas ayam merupakan product keluaran proses pemotongan, kebanyakan dihasilkan setelah lewat bagian pemeriksaan ayam hidup, penyembelihan, penuntasan darah, penyeduhan, pencabutan bulu dan dressing, pemotongan kaki, pengambilan eroan, pencucian)

You have to log in before you can reply Login | Sign up

  

O-Fans Indonesia Database

Halo O-Fans! Mau jadi bagian dari aktivitas OPPO Community di kota kamu? Submit data kamu sekarang! Jangan lupa ajak teman kamu buat ikutan ya.
Loading...